Cari Blog Ini

Sabtu, 17 Juli 2010

DUNIA BARUKU

Oke, kali ini aku nggak bakal nulis tentang puisi atau cerpen lagi. kenpa? karena lagi nggak ada inspirasi. inspirasi ku hilang begitu saja

Kali ini aku mau menceritakan tentang rasanya harus berpisah dengan seorang sahabat, dan memasuki dunia baru, yang sama sekali tidak aku kenal. Yap, sekarang aku udah SMA, dan aku mengalami kesulitan memasuki masa SMA ku ini, kenapa? karena, aku tidak mempunyai teman sama sekali. kalian pasti bisa membayangkan rasanya harus sendiri di lingkungan yang ramai. sangat tidak mengenakkan, di tambah lagi, aku yang tidak bisa bergaul dengan cepat (aku benci sifatku yang satu ini). Oiya, aku belum memberitahu, sekarang aku sekolah di SMAN 1 Banjarmasin yang katanya, jadi sekolah terfavorit (sangat membanggakan memang). oke, kembali ke topik semula. awalnya aku memilih Smasa(begitu orang-orang menyebut sekolahku), karena aku merasa punya teman berbagi saat aku masuk nanti. ternyata aku salah, orang yang aku harapkan, gagal masuk sekolah yang sama denganku. aku tidak menyesali kegagalannya, tapi yang aku sesali adalah, "HEI, AKU SENDIRI MENGHADAPI DUNIAKU YANG BARU" .

Awal aku masuk saat pramos, aku sudah di ajarkan kedisiplinan oleh kakak kelasku yang sudah kls 12. menegangkan sekaligus sangat bermanfaat. Yang salah pada hari pertama itu adalah, aku duduk sendiri, saat yang lain duduk berdua-berdua. sepi sekali rasanya, sangat menyebalkan. dan untungnya, tiba-tiba datang seorang perempuan dengan celana pendek dan kaos biasa, duduk di sampingku, ternyata dia murid baru dari Buntok. jujur, awalnya aku risih, karena aku harus berdekatan dengan orang beda agama, aku tidak pernah berada di posisi ini sebelumnya, dan saat dia mengajakku kenalan, rasa risih itu seakan hilang begitu saja. dia orang yang sangat menyenangkan, tapi sayang, kedekatan kami, hanya bertahan sampai hari ketiga MOS.

aku belum bercerita tentang rasanya kehilangan sahabat. sangat menyedihkan, bahkan aku berhasil menangis selama seminggu, sangat melelahkan. tapi hanya itu yang bisa kulakukan untuk mengurangi rasa sedihku. temanku, Bela, yang pertama kali berhasil membuatku menangis, aku ingat saat kami pertama bertemu, aku ingat saat kami berbicara pertama kali, aku ingat, saat kami jalan-jalan untuk pertama kalinya, aku ingat, saat persahabatan itu mulai terjalin rapi. ke 18 teman terbaikku, tentu saja aku tidak akan melupakan kalian begitu saja.

Tidak ada komentar: