“Oe..oe..oe..oe..oe..oe..” terdengar suara tangis bayi perempuan dari sebuah rumah sakit. Bayi itu dilahirkan oleh seorang wanita yang bernama Rina, dan Rina memiliki suami yang bernama Aji, setelah bayi itu lahir Aji langsung memotret bayi itu dan langsung di beri nama Syarika amalia yang dipanggil Rika. Lalu bayi itu di bawa keruang Isolasi dan dipindahkan ke ruang bayi. Aji menjaga istrinya yang sedang tertidur pulas.
Keesokan harinya Aji ingin melihat bayinya. Setelah hampir sampai ke ruang bayi , Aji melihat banyak suster berkumpul, Aji bertanya pada salah satu suster di sana. “Maaf, ini ada apa ya? Ribut sekali!”Tanya Aji. “begini pak, salah satu bayi yang ada disini hilang begitu saja pak!” jawab suster itu. Aji pun khawatir kalau bayi itu adalah anaknya, dia pun langsung masuk ke ruang bayi dan melihat keranjang anaknya sudah kosong. Dokter yang ada di sana menghampiri Aji dan berkata ”Maaf pak, anak bapak yang baru saja lahir hilang entah kemana. Tapi tenang pak, kami dari pihak rumah sakit akan berusaha mencari anak bapak. Kami akui bahwa ini kasalahan dari suster kami karena mereka terlalu asyik mengobrol. Sekali lagi maaf pak.”Aji shock mendengar itu, dia pun berlari ke kamar istrinya yang di rawat. Setelah sampai ia berkata pada istrinya. “Rina, anak kita…….” Aji berhenti sejanak tidak tega mengatakannya “anak kita hilang” lanjut aji dengan suara sangat pelan “apa?” Tanya Rina. “anak kita hilang rina!” ucap Aji dengan suara yang agak keras. Rina yang shock mendengar itu berkata “gak munkin! Kamu bohongkan ji!!!” katanya lirih. Setelah berkata begitu Rina pun pingsan tak sadarkan diri.
***
Sayembara itu di pasang dimana-mana. Di tiang listrik, di pohon, di tembok jalan, sampai dijalanan pun ada kertas sayembara itu. Sayembara itu berisi. “Siapa saja yang bisa menemukan seorang bayi perempuan bernama Syarika amalia, dia akan mendapatkan uang sebesar Rp 10.000.000. foto bayi itu seperti yang sudah terlampir. Bayi itu hilang di rumah sakit kasih bunda tepatnya di ruang bayi. Umurnya baru dua hari.”
Sudah berminggu-minggu Rika tak juga kembali kepangkuan orang tuanya. Ibunya,Rina, sampai harus di bawa ke rumah sakit karena dia terlalu banyak pikiran. Ayahnya,Aji, bingung karena anaknya belum ketemu, sekarang istrinya yang sakit.Pihak rumah sakit juga membantu menemukan Rika. Tapi setelah dua minggu mereka tidak mendapatkan hasil apa-apa. Yang ada malah mereka yang kebingungan sendiri karena banyak orang yang membawa bayi kepada mereka, tapi semua bayi itu bukanlah Rika, Rika mempunyai tanda lahir di punggung berupa gambar pulau Kalimantan yang terputus-putus.
Saat sore menjelang malam, Aji yang sedang membaca buku mendengar suara tangis bayi dari luar. Karena penasaran dengan tangis bayi itu Aji pun keluar untuk memeriksa dari mana asal suara itu. Baru saja ia membuka pintu, ia di kagetkan dengan dengan sesosok bayi perempuan yang berada di dalam keranjang. Aji pun mengangkat bayi mungil itu, saat Aji melihat kedalam keranjang, dia menemukan supucuk kertas yang berisi. “Ini saya kembalikan anak anda, sayalah yang mengambil bayi itu dari ruang bayi. Karena istri saya ingin menggendong seorang bayi perempuan mungil seperti anak anda. Saya minta maaf! Sekarang istri saya sudah tidak menginginkan bayi itu lagi. Sekali lagi saya minta maaf! 089451069xxx”. Setelah membaca surat itu Aji langsung melihat punggung bayi itu, dan ternyata disana ada tanda lahir yang benar-benar mirip dengan tanda lahir seperti Rika, aji sekarang yakin bahwa bayi yang sedang ada di gendongannya adalah anak pertamanya yang bernama Rika. Ajipun bergegas membawa anaknya itu kepada istrinya. Rina yang sedang beristirahat di taman terkejut melihat suaminya berlari-lari sambil menggendong bayi. “kenapa kamu berlari-lari seperti itu? Siapa bayi yang ada digendonganmu itu?”Tanya Rina pada Aji. “Ini anak kita Rina!” jawab Aji. Agar istrinya percaya dia menunjukkan punggung bayi itu, melihat itu mata Rina terbelalak senang campur kaget. “ini benar anak kita?” Tanya rina lagi. “iya! Ini anak kita!” jawab Aji. Tanpa babibu lagi Rina langsung menggendong bayi itu dan di peluknya erat bayi itu. Aji dan Rina sangat senang bisa mendapatkan anaknya kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar